intertekstualitas, representasi perempuan, Cantik Itu Luka,
Mengapa Aku Cantik, pembelajaran Bahasa Indonesia
E.
F.
Penelitian ini bertujuan menganalisis intertekstualitas antara novel Cantik Itu
Luka karya Eka Kurniawan dan Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani,
representasi perempuan dalam kedua novel, serta implikasinya terhadap
pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif interpretatif dengan pendekatan hermeneutik dan analisis dokumen
komparatif-intertekstual. Data berupa kalimat, dialog, narasi, deskripsi tokoh,
dan peristiwa. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, penafsiran, dan
penarikan simpulan. Hasil komparasi intertekstualitas menunjukkan bahwa
Cantik Itu Luka memuat 260 temuan: trauma 64 (24,60%), citra tubuh
perempuan 52 (20,40%), relasi perempuan dengan kekerasan 52 (20,00%),
kecantikan dan luka 49 (18,90%), dan perempuan sebagai objek pandang 42
(16,20%). Mengapa Aku Cantik memuat 111 temuan: objek pandang 25
(22,52%), relasi perempuan dengan kekerasan 25 (22,52%), trauma 22
(19,82%), citra tubuh 20 (18,02%), dan kecantikan dan luka 19 (17,12%).
Komparasi representasi perempuan pada Cantik Itu Luka memuat 218
temuan: luka dan resistensi 40 (18,35%), stigma dan identitas 39 (17,89%),
relasi patriarkal 38 (17,43%), tubuh sebagai simbol 36 (16,51%), kecantikan
sebagai kuasa atau beban 34 (15,60%), dan subjek atau objek 31 (14,22%).
Mengapa Aku Cantik memuat 99 temuan: relasi patriarkal 18 (18,18%), luka
dan resistensi 17 (17,17%), stigma dan identitas 17 (17,17%), kecantikan
sebagai kuasa atau beban 17 (17,17%), tubuh sebagai simbol 16 (16,16%),
dan subjek atau objek 14 (14,14%). Temuan ini berimplikasi pada penguatan
literasi kritis, apresiasi sastra, dan kepekaan gender.
Ketersediaan